Sebenarnya masalah ini bukan hal baru, sudah banyak orang yang memikirkan dan
membicarakan. Mengapa dana pendidikan anak terus menjadi konsentrasi Anda dan saya
memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anak menjadi manusia mandiri dimasa
depan. Menjadikan mereka kompeten dan mandiri , salah satunya melalui pendidikan formal,
yaitu SEKOLAH.

Tugas utama orang tua adalah membekali anak-anak dengan pendidikan yang
bermutu, selain membekali mental dan karakter.
Untuk membekali anak dengan pendidikan dan pelatihan yang bermutu tinggi tentunya
membutuhkan UANG yang tidak sedikit. Sekolah-sekolah menetapkan tarif yang tinggi karena
mereka tahu sekolah bermutu banyak diminati masyarakat. Ya UUD, Ujung-Ujungnya Duit juga.
Maka setiap orang tua harus menyiapkan dalam pendidikandari jauh-jauh hari.

Beberapa langkah dalam mempersiapkan dana pendidikan :

1.Tentukan minimal 3 sekolah yang ingin dituju, paling tidak 3 tahun sebelum anak
masuk kesana. Mencari sekolah ideal buat anak-anak memang tidak mudah. Hanya sedikit
sekolah yang dapat membuat anak kreatif dan inovatif. Lebih sekolah yang hanya memberikan
pelajaran teori dan hafalan.

Padahal, dalam kehidupan ini lebih banyak adalah praktik, bukan
teori dan hafalan. Coba Anda perhatikan dan periksa sendiri:
“Berapa banyak mata pelajaran di sekolah (SD,SMP,SMA) bahkan di perguruan tinggi , yang
perguruan tinggi, yang terpakai dalam mencari nafkah saat ini?”
“Apakah pelajaran hafalan yang Anda lakukan saat itu bermanfaat bagi dunia bisnis dan
kerja saat ini?”
Anda bisa menjawab sendiri. Saya yakin tidak sampai 25% yang terpakai dan sisanya
75% seia-sia. Artinya, selama ini kita belajar hal yang tak berguna dan membuang waktu serta
tenaga.
Ya, memang ini bukan kesalahan Anda, melakukan system pendidikan yang ada dinegara
kita tercinta, yang belum menyesuaikan dan memahami kebutuhan dunia kerja yang
sebenarnya.

LANTAS APA YANG HARUS ANDA PERBUAT?
Cari sekolah yang memiliki kurikulum “excellent” dan telah berprestasi menghasilkan lulusan
dengan predikat bagus. Selain itu, Anda jangan menyerahkan 100% pendidikan anak-anak
kesekolah. Anda harus turun tanganjuga melatih dan menggembleng mereka dengan tambahan
pelajaran yang mendukung persiapan masa depan yang lebih baik. Pelatihan ini guna
meningkatkan sisi kreativitas, inovasi serta jiwa “entrepreneurship” anak.
Sayapunya cerita bagus dari relasi bisnis:
Namanya Pak Hendro (bukan nama sebenarnya),seorang pengusaha kecil dan sederhana.

Dia tinggal di Banjarmasin bersama keluarganya. Setelah anaknya lulus SMP, dia ingin
menyekolahkannya di SMA Jakarta. Dia mencari sekolah favorit dan tempat berkepandain dan
IQ yang menjamin kesuksesan seseorang dimasa depan, melainkan juga “DENGAN SIAPA
BERGAUL” akan menentukan nasib mereka. “Jadi jika anak saya nanti bersekolah di sana, maka
kawan-kawanya akan menjadi NETWORK awal bagi kesuksesannya.
Jadi selain mencari KURIKULUM YANG BAGUS, Anda harus mencari juga NETWORK yang
LUAS dan memiliki POTENSI bagi masa depan anak-anak tanpa mengesampingkan nilai
kepedulian terhadap yang miskin.

2. Setelah Anda menentukan sekolah-sekolah tersebut, Anda juga harus menyiapkan PLAN B,
yaitu dengan mencari 3 sekolah lain sebagai alternative. Jadi Anda sekarang sudah punya 6
daftar sekolah. Setiap tahun Anda kunjungi dan tanyakan kepada panitia penerimaan murid di
sana. Berapa biaya yang harus Anda siapkan? Biaya apa saja itu?Apabila Anda harus
dipersiapkan untuk anak dengan lebih akurat.

3. Apabila sudah menghitung total, tolong tambahahkan sebesar 10% – 15% untuk cadangan
deviasi (penyimpangan). Apabila ada kenaikan di luar kewajaran, Anda sudah siap. Sekolah
favorit selalu menjadi incaran, sehingga kenaikan biaya menjadi hal yang biasa. Anda harus
menerima kenaikan tersebut dengan lapang dada. “Take it or leave it.”

4. Setelah Anda mengetahui berapa biaya yang harus disiapkan, susun daftar 6 sekolah tersebut
dari yang paling mahal. Perhatikan ANGKA-ANGKA yang tertera disana, Anda pasti akan
terkesima. Awas bagi Anda yang mimiliki penyakit jantung kronis, sebaiknya jangan membaca
sendiri angka-angka. Saya tidak bertanggung jawab bila terjadi sesuatu pada diri Anda.
“Mengapa semahal ini?” “Kenapa waktu saya sekolah dulu tidak semalam ini?”
Memang sekolah bermutu mahal harganya. Tapi jangan tertipu karena banyak juga
sekolah mahal tidak bermutu. Ada juga yang bermutu , namun tidak komersial, sehingga
harganya masih relative wajar. Sekolah ini yang harus Anda cari.

5. Langkah selanjutnya adalah bagaimana menyediakan DANA PENDIDIKAN seperti yang telah
Anda hitung? Membuat rencana persiapan dana pendidikan tidaklah sebenarnya tidaklah
sebenarnya melaksanakan rencana tersebut. Komitmen dan konsisten sangat diperlukan.

Langkah-langkah yang saya lakukan dalam menyiapkan dana pendidikan:

1.Membeli /menutup asuransi jiwa (Term Life dan/atau Whole Life). Dengan uang
pertanggungan sebesar dana pendidikan yang dibutuhkan.

2. Menghitung berapa tahun waktu yang tersedia sampai membutuhkan dana tersebut?
Kemudian membagi dana yang diperlukan dengan berapa bulan yang tersedia. Missal dana
yang dibutuhkan sebenar Rp 50.000.000 dalam rentang waktu 5 tahun. Berarti harus
menyisihkan setidaknya Rp 833.333,-/bulan. Angka tersebut berasal Rp50 juta dibagi 60 bulan.
Saya harus menabung secara rutin setiap bulannya di bank sebenar Rp833.333,-. Tanpa
memperhitungkan tingkat bunga bank dan/ atau return dari investasi yang Anda pergunakan.
Kebutuhandi atas akan jauh lebih ringan bila Anda pergunakan. Kebutuhan di atas akan jauh
lebih ringan bila Anda memperhitungkan tingkat penyimpannya dalam bentuk REKSA DANA.

3. Setiap Anak harus memiliki perhitungan sendiri dan rekening terpisah agar lebih
mudah memantaunya.

4. Saya tidak menganjurkan Anda menginvestasi dana pendidikan kedalam asuransi
pendidikan. Kenapa? Karena tingkat pengembaliannya lebih kecil dibandingkan Anda mengelola
sendiri kedalam berbagai jenis investasi murni, seperti reksa dana dan logam mulia.

5. Investasikan dana pendidikan di investasi murni. Jangan menggabungkan unsur
proteksi/asuransi dengan investasi, agar Anda mendapatkan RETURN yang optimal dan dana
pendidikan mencukupi saat dibutuhkan.
Menabung diasuransi pendidikan atau asuransi campur investasi hanya diperuntukkan bagi
individu:
 Yang tidak memiliki waktu untuk mempelajari bagaimana berinvestasi yang optimal.
 Bagi yang sibuk dan repot atau tidak mau repot.
 Bagi yang tidak memiliki disiplin diri (kurang tangguh).
Saya yakin Anda bukan tipe orang yang seperti itu. Kalau Anda tipe tersebut saya mohon
maaf bila nanti Anda tidak akan mendapatkan hasil investasi yang optimal.

6. Komintmen dan ketergantung hati memegang perananan penting. Jadi setiap tanggal
GAJIAN, Anda harus melihat FOTO anak-anak. Anda pasti ingin anak-anak Anda berhasil. Jadi
BATALKAN segala pengeluaran yang tidak perlu. Batalkan rencana ganti HP baru. Urungkan niat
membeli sepatu dan baju baru. Batalkan rencana nongkrong dan minum kopi seharga Rp20.000
percangkir bahkan lebih. Urungkan niatuntuk “hang out”. Tunda semua kesenangan Anda saat
ini demi tujuan mulia yang lebih jauh lebih besar bagi keluarga.

 

agen asuransi manulife, agen asuransi manulife jakarta
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *