Best Program post

Warisan dan Asuransi Jiwa

Apa Persepsi Sebuah Realita?

Paul King (seorang computational neuroscientist) mengatakan, persepsi dan realitas memiliki hubungan yang kompleks satu sama lain. Meskipun kita tidak bisa melihat kenyataan secara langsung kita masih bisa berinteraksi dengannya dan belajar tentang hal itu.

Pada satu tingkat, persepsi adalah semua yang kita miliki. Tidak mungkin mengalami realitas fisik – apa yang ada diluar sana – secara langsung, dan karenanya kita hidup di dalam dunia persepsi kita. Otak kita melakukan pekerjaan terbaik untuk menjaga persepsi kita agar konsisten dengan kenyataan fisik berdasarkan informasi yang diterimanya dari indera, namun konsistensi akhirnya adalah yang terbaik yang dapat kita harapkan.

Pada saat yang bersamaan, system perceptual kita dibangun sehingga yang kita alami terasa seperti kenyataan fisik. Ketika orang belajar menggamabr atau melukis, mereka harus menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan-warna, prespektif, bentuk-seringkali untuk peryama kali. Penerjemahan otak dari persepsi ke dalam model realitas begitu otomatis sehingga seringkali kita tidak sadari.

Membahas kaitan antara persepsi dan realitas ada hal penting. Perjalanan menuju kematian menjadi sebuah  misteri karena kematian pasti akan tiba dengan cara dan waktu yang tidak ada seorangpun tahu. Dalam perencanaan keuangan, kematian adalah kepastian sedangkan cara dan waktu kematian merupakan risiko yang bila terjadi akan berdampak emosional dan finasial yang tidak terkira bagi keluarga.

Itulah yang akan kita bahas dalam bab ini. Dampak financial karena kematian bagi keluarga, besar kecilnya bergantung pada persiapan. Dengan berbagai alasan dan pertimbangan, ada orang-orang yang sadar atas dampak financial yang timbul dan melakukan rencana keuangan sebisa dan semampu mungkin. Biasanya hal ini terjadi karena belajar pengalaman dari orang lain.

Ada kelompok orang yang memiliki persepsi ketidakhadiran dia dalam keluarga tidak memiliki dampak financial apa-apa kerana seluruh asset yang dia kumpulkan dari hasil kerja keras sepanjang hidupnya pasti akan menjadi milik keluarga yang dia cintai. Cukup untuk beberapa keturunan tanpa perlu melakukan persiapan dan perencanaan apapun.

Banyak orang yang memimiliki persepsi pewarisan bersifat pasti sesuai dengan pemahaman dan penafsiran mereka. Keluarga dari pewaris yakin bahwa semua proses warisan akan berjalan cepat dan mulus tanpa risiko serta hambatan apapun saat mereka mengambil alih kendali atas harta waris dari pewaris. Mereka juga yakin 100% bahwa harta waris akan bisa mereka peroleh tanpa potongan apapun.

Penulis mencatat ada beberapa persepsi di bawah ini:

  1. Anak-anak kandung dari pewaris yakin mereka secara otomatis adalah ahli waris yang sah atas seluruh harta waris.
  2. Istri atau suami merasa pasti menjadi ahli waris atas harta waris pasangan yang meniggal dunia lebih dulu.
  3. Harta waris berbentuk tanah dan bangunan mudah diwariskan dan dipindahkan kepemilikannya kepada istri tanpa pajak dan biaya.
  4. Orang kaya berpikir mereka memiliki banyak uang di bank, mereka tidak perlu asuransi karena uang di bank lebih dari cukup untuk 3 generasi.
  5. Seluruh harta waris pewaris bisa cepat dilacak keberadaan dan nilainya.
  6. Seluruh harta waris bisa segera dimiliki tanpa potongan atau biaya yang berarti.
  7. Surat wasiat adalah satu-satunya bukti kunci legal kepemilikan harta waris yang tidak terbantahkan. Surat wasiat dapat digunakan langsung untuk mengurus harta waris.
  8. Para ahli waris selalu rukun dan damai.
  9. Manfaat polis asuransi jiwa pasti diterima oleh penerima manfaat secara bebas pajak, bebas biaya penguruan dan bebas sengketa dalam waktu yang cepat.
  10. Mengurus harta waris yang berada di luar Indonesia lebih mudah dan murah dibandingkan dengan yang berada di Indonesia.
  11. Pewarisan bagi anak-anak di bawah umur dan ahli waris di bawah pengampuan dapat dilakukan oleh wali dari keluarga yang dipercaya.

Namun keyakinan di atas hanyalah persepsi semata. Realitanya tidaklah demikian.

Pada kenyataannya mengurus harta waris begitu rumit, sulit dimnegreti dan penuh ketidakpastian. Tidak ada kata pasti, otomatis, satu-satunya, langsung, bpajak dan biaya, mudah dan cepat. Semakin kaya dan banyak asset seseorang, semakin rumit dan sulit pewarisnya.

Apabila pewaris seorang pemilik usaha, kesulitas akan bertambah untuk mencari dan menetapkan siapa generasi penerus usahanya.

Pewaris punya dua pilihan: pasrah tidak melakukan persiapan apapun, atau dia membuat rencana waris. Persepsi yang tidak tepat dapat mengacaukan rencana.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.